Desain grafis adalah sebuah ilmu dan keahlian dalam perancangan media komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada orang lain baik itu berupa informasi mengenai sebuah produk dan jasa, ide ke dalam bentuk visual. Desain grafis ini mencakup banyak aspek antara lain art direction, typography, page layout,, teknologi informasi dan aspek kreatif lainnya. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Evolusi desain grafis

Desain grafis dikembangkan dari industri percetakan dan penerbitan, dengan istilahnya sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1950. Pada waktu itu ada demarkasi yang jelas dalam tahapan yang berbeda dari proses produksi percetakan, dengan profesional spesialis atau melakukan perdagangan masing-masing. Pada tahap ini yang terlibat antara lain peralatan seperti printer, scanner, mesin reproduksi fotografi, desain grafis, typesetters, pembeli cetak, film, korektor, dan manajer produksi.

Ekonomi konsumen yang muncul di dunia barat setelah Perang Dunia Kedua dibawa dengan munculnya dan menarik kemasan cerah persaingan antara produk diintensifkan. Jumlah majalah juga mulai meningkat, sehingga terjadi permintaan yang lebih besar untuk menarik desain visual. Hal ini bertepatan dengan perkembangan teknologi percetakan dan membuka kemungkinan produksi baru yang desainernya ditempatkan dengan baik untuk mengambil manfaatnya. Keberhasilan desain grafis telah membantu untuk membuatnya bahkan lebih sangat diperlukan.

Sebagai kekuatan komunikasi visual yang berwarna-warni menjadi semakin luas dihargai, desain grafis tumbuh dari kebutuhan untuk menyediakan komunikasi visual untuk dunia konsumen dan tersebar di seluruh sektor ekonomi yang berbeda, sambil terus memanfaatkan perkembangan teknologi yang melahirkan kemajuan teknologi.

Pembangunan terutama di era digital, telah merevolusi dan merasionalisasikan proses produksi percetakkan. Perdagangan seperti typesetting dan persiapan karya seni telah menjadi usang, karena mereka sekarang dapat dilakukan oleh seorang desainer. Sebagai konsekuensinya, desain grafis telah berkembang menjadi peran multifungsi yang melihat desainer yang memainkan peran penting dalam proses produksi. Tuntutan fleksibilitas yang besar ini dan kebutuhan untuk berkomunikasi secara efektif dengan profesional yang berbeda. Dahulu, desainer telah melakukan semua aspek pekerjaan dari pemikiran ide untuk gambar tipe tulisan tangan untuk judul dan layoutnya.

Perkembangan teknologi telah menempatkan desainer pada pusat proses kreatif. Seringkali, seorang desainer grafis mengelola proses desain dan mengkoordinasikan pekerjaan yang dilakukan oleh disiplin kreatif lainnya sebagai bagian dari pekerjaan. Dengan demikian, ruang lingkup dari tanggung jawab desainer sekarang termasuk membeli percetakan, pemrograman website, fotografi, layout halaman, pemilihan bahan, pengarahan seni, ilustrasi freehand, computer generated ilustrasi (CGI), manajemen proyek, klien manajemen account, storyboard, mengedit dan pre-press produksi.

Perbedaan antara desain grafis sebelum dan sesudah evolusi desain grafis terletak pada bentuk gambar dan fitur-fitur yang terdapat didalamnya. Misalkan saja pada poster Moza 1984 yang didesain oleh Max Hubber untuk mengiklankan balap motor di Moza Italia pada tahun 1984. Pada poster ini menggabungkan berbagai unsur, seperti tipografi, gambar dan warna, untuk menyajikan konsep balap motor. Meskipun tidak ada foto motornya, tapi desain ini menangkap esensi kecepatan dan persaingannya melalui penggunaan panah berwarna dan miring. Sedangkan pada poster Revolutions, yang diciptakan oleh 3 Deep Desain yang hampir memiliki kesamaan dengan poster Monza, yang dibuat dalam usia pra-komputer, meskipun faktanya keduanya diciptakan dengan menggunakan teknologi yang berbeda. Kedua jenis fitur dan gambar yang menceritakan pesan dan memberikan dampak visual. Teknologi dapat mengubah bagaimana desain diciptakan dan diproduksi, tapi desain yang baik selalu melampaui ini melalui aplikasi prinsip-prinsip desain yang efektif.

Sumber : The Fundamentals of Graphic Design The graphic design process by Gavin Ambross & Paul Harris