Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas tentang Programmer, Designer, Artist dan Composer, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana hubungan antara keempat kelompok tadi dalam perannya membuat sebuah big game seperti Devil May Cry 4 yang sebelumnya saya bahas.

Mari kita ingat kembali, bahwa peran programmer adalah untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan antara lain data-data yang dihasilkan oleh ketiga kelompok lainnya yaitu Designer, Artist dan Composer. Data yang telah dikumpulkan kemudian akan dituangkan kedalam sebuah kode/bahasa pemrograman tertentu agar dapat dibaca dan diolah oleh komputer sehingga akan menghasilkan output berupa program Game itu sendiri.

Programmer tanpa Designer tidak akan berjalan dengan baik, karena programmer tetaplah programmer, dia tidak akan bisa mendesain tampilan game sendiri apalagi untuk big game seperti Devil May Cry 4. Akan membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk dapat menyelesaikan game yang dibuatnya. Sebaliknya, Designer tanpa programmer juga tidak akan berguna, karena hasil pekerjaannya akan menjadi sia-sia, karena komputer tidak akan bisa menjalankan program langsung dalam bentuk design/gambar, sehingga pembuatan game tidak akan selesai. Tetapi, jika keduanya ada, maka pembuatan game akan berjalan dengan baik, dimana akan terjadi koordinasi yang baik antara programmer dengan designer, ataupun sebaliknya. Designer akan membuat design yang dibutuhkan dalam pembuatan game seperti Scenario, Character, Background, maupun Interface, dan design lainnya. Kemudian hasil design tersebut akan digunakan oleh programmer untuk diolah/dituangkan kedalam sebuah program, sehingga dapat dibaca oleh komputer dan menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan.

Selanjutnya, programmer tanpa Artist juga akan terjadi hal yang sama seperti programmer tanpa designer, dimana peran artist disini adalah membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan art/seni baik itu berupa gambar karakter, objek, maupun animasi. Artist dan designer pun saling ketergantungan, dimana salah satu tugas artist adalah membuat character art yang nantinya akan dijadikan sebagai objek yang dapat dimainkan oleh gamer, karakter tersebut kemudian akan didesign segala kelengkapan aksesorisnya oleh designer, setelah selesai, artist kemudian akan menambahkan animation pada karakter tersebut, selanjutnya hasilnya akan diserahkan kepada programmer untuk mengolah gameplaynya sehingga karakter tersebut bisa dikendalikan secara interaktif. Programmer akan membuat program yang berisi perintah-perintah untuk dapat menjalankan semua hasil kerja artist maupun designer tadi dalam bentuk bahasa pemrograman, sehingga hasilnya dapat dimainkan nantinya oleh pengguna/gamer.

Terakhir, adalah peran composer dalam membuat hidup sebuah game dengan membuat sound-sound effect yang menarik dan membuat musik untuk mengungkapkan suasana yang sesuai dengan beberapa kejadian dalam game. Sebuah game tanpa suara tentunya tidak akan menarik untuk dimainkan. Coba anda buktikan sendiri dengan bermain game tanpa menyalakan speaker, akan terasa hampa kan?Nah, begitupun peran composer dalam pembuatan game, akan sangat penting. Programmer yang telah selesai membuat game dengan tampilan desain menu yang bagus, dan gameplay yang menarik akan berkurang kualitasnya tanpa adanya seorang composer. Composer akan membuat suara seperti sound effect, background music. Hasil pembuatan suaranya ini kemudian akan diolah oleh programmer dan dimasukkan kedalam program yang telah dibuatnya, untuk kemudian disisipkan sesuai dengan event-event tertentu. Misalnya sound effect ketika karakter yang dimainkan mengeluarkan style-style tertentu, melakukan attack, diserang oleh musuh, akan mengeluarkan suara yang berbeda-beda sesuai dengan suara yang telah dibuat oleh composer dan disesuaikan oleh programer. Selain itu juga biasanya terdapat suara musik ketika bertarung untuk menciptakan suasana yang tegang, dan memberikan semangat kepada pemain untuk dapat mengalahkan musuh-musuh yang sedang dilawannya. Dalam game, juga terdapat suara karakter ketika berbicara, sehingga memberikan kesan bahwa karakter tersebut seperti hidup dan mempunyai nyawa.

Jadi, peran Programmer, Designer, Artist dan composer itu saling berhubungan satu sama lain, dan saling bergantungan satu dengan yang lainnya. Tidak adanya salah satu dari keempat tim tersebut dalam pembuatan game, akan mengakibatkan pembuatan game menjadi tidak sempurna. Dan apabila dipaksakan pun, misalnya seorang programmer mempunyai tugas ganda selain menjadi seorang programmer juga sebagai designer, maka salah satu tugas pasti tidak akan dikerjakan secara optimal, karena pikirannya akan terbagi. Sebaliknya, jika semua tim tersebut lengkap, maka pembuatan game akan lancar, dan hasilnya pun akan optimal. Devil May Cry 4 merupakan salah satu contoh nyata suksesnya koordinasi antara programmer, designer, artist dan composer dalam pembuatan gamenya.