Game Engine?apa itu?dilihat dari namanya, mungkin kita dapat menganalisa sedikit mengenai apa itu game engine, dimana game adalah permainan, dan engine adalah mesin. Jadi dapat kita simpulkan kalau game engine itu adalah mesinnya suatu permainan. Ya, benar, game engine memang merupakan suatu mesin atau perangkat lunak yang dapat mengolah suatu permainan. Menurut pengertian secara ilmiahnya, Game engine adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat dan mengembangkan video game. Fungsi utamanya meliputi rendering untuk 2D atau 3D graphic, collision detection, sound, scripting, animasi, artificial intelligence, networking, memory management, threading dan scene graph. Game engines memberikan perangkat untuk visual development dengan tambahan komponen perangkat lunak yang dapat dipakai berulang kali. Perangkat ini pada umumnya memberikan integrated development environment yang dapat mempermudah, serta mempercepat pengembangan game.

Game engine juga sering disebut sebagai “Game Middleware”, yaitu software yang didalamnya sudah terdapat elemen-elemen yang dibutuhkan oleh seorang game developer, kebanyakan dari game middleware memberikan fasilitas guna menunjang pengembangan game dengan mudah seperti graphics, sound dan Artificial intelligence.

Banyak sekali contoh dari beberapa macam game engine, namun disini, penulis akan membahas tentang salah satu game engine yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan dan digunakan sebagai salah satu project bagi mahasiswa di kampus Universitas Gunadarma.

OGRE adalah salah satu engine grafik 3D yang berorientasi kepada objek. OGRE itu sendiri ditulis dalam bahasa C++. Engine grafik 3D tersebut dapat kita gunakan untuk membuat game karena OGRE memang didesain sedemikian rupa untuk tujuan berikut. Untuk merender grafis tiga dimensinya, OGRE menggunakan library atau pustaka Direct3D dan OpenGL.

OGRE memiliki komunitas yang sangat aktif dan telah terdaftar di proyek Sourceforge.net dari bulan Maret 2005. OGRE telah digunakan dalam beberapa permainan komersial seperti Ankh dan Torchlight. OGRE versi 1.0.0 ( “Azathoth”) diluncurkan pada Februari 2005. Sedangkan untuk versi terkini dalam seri 1.xy adalah 1.7.0 ( “Cthugha”), dirilis pada tanggal 31 Desember 2009. OGRE dirilis dengan lisensi MIT. Di bawah ini adalah screenshot demo resmi dari OGRE yang bertema “Fresnel Reflection and Refractions”.

è  Fitur-fitur yang terdapat pada OGRE adalah sebagai berikut :

  1. Berorientasi objek dan memiliki arsitektur plugin yang memungkinkan OGRE menjadi sangat modular.
  2. Multiplatform dengan dukungan OpenGL dan Direct3D.
  3. Mendukung Vertex dan Fragment Shader.
  4. Debugging dan Loading File.
  5. Memiliki compositing manajer dengan bahasa scripting dan layar penuh postprocessing untuk efek seperti HDR, mekar, kejenuhan, kecerahan, dan lain-lain.
  6. Adanya utilitas untuk mengkonversi ke file object OGRE (*.mesh) dari program 3D terkenal, misalnya Blender, Maya, 3DS Max, dan lain-lain.

Berikut ini adalah file-file yg dibutuhkan untuk membuat aplikasi 3D dengan library  OGRE3D (Object Oriented Graphics Rendering Engine) antara lain :

  • Eclipse-CPP ganymede sebagai IDE C++
  • MinGW toolbox sebagai GCC opensource compiler
  • MYSYS sebagai GNU Terminal environment
  • OGRE3D SDK sebagai rendering engine di OGRE SDK for Code::Blocks + MinGW C++ Toolbox , perlu diperhatikan bahwa kita menggunakan MinGW sebagai c++ compilernya


Sumber:

http://www.ogre3d.org/wiki/index.php/Brief_history_of_OGRE

-http://www.ogre3d.org/wiki/index.php/GetStarted