Langkah-langkah untuk membuat sebuah model 3 dimensi menggunakan OGRE dan eclipse IDE nya adalah sebagai berikut:

1. Buka aplikasi Eclipse IDE. Setelah itu, klik menu File >> New >> C++ Project untuk membuat proyek C++ yang baru.

2. Lalu berilah nama untuk proyek C++ yang baru tersebut. Pastikan Anda memakai MinGW GCC sebagai kompiler-nya. Klik tombol Finish untuk segera membuat proyek tersebut.

3. Pada jendela Project Explorer, klik kanan proyek testing lalu pilih Properties. Pada jendela Properties tersebut, pilih C/C++ Build >> Environment. Pada Environment tambahkan sebuah variable OgreSDK dengan value c:\ogresdk sebagai home-path untuk OgreSDK. Home-path tersebut juga dapat disebut sebagai OGRE_HOME.

4. Masih dalam jendela Properties, kali ini kita akan mengkonfigurasi Settings dari C/C++ Build. Pada Tool Settings, masuklah ke dalam pilihan GCC C++ Compiler tepatnya pada Preprocessor. Pada Prepocessor, tambahkan beberapa opsi berikut ini ke dalam Defined symbols (-D). Opsi-opsi tersebut antara lain WIN32, _WINDOWS, dan _DEBUG. Oiya, kita harus menambahkan opsi-opsi tersebut pada Debug Configuration.

5. Beralih ke Release Configuration. Pada konfigurasi ini, masuklah ke pilihan GCC C++ Compiler >> Preprocessor. Tambahkan opsi-opsi WIN32, _WINDOWS, dan NDEBUG pada Defined symbols (-D).

6. Sekarang kita kembali lagi ke Debug Configuration. Kali ini kita masuk ke pilihan GCC C++ Compiler >> Directories. Pada Include paths (-I), tambahkan opsi-opsi “${OGRE_HOME}\include” dan “${OGRE_HOME}\samples\include”. Opsi-opsi tersebut berguna untuk memanggil file-file header yang nantinya dibutuhkan oleh program. Lakukanlah hal yang sama untuk Release Configuration.

7. Sekarang saatnya kita untuk mengkonfigurasi pilihan di GCC C++ Compiler >> Miscellaneous pada Release Configuration. Tambahkan sebuah opsi -c -fmessage-length=0 -mthreads -fexceptions –fident pada Other flags. Lakukan hal yang sama untuk Debug Configuration.

8. Selanjutnya, konfigurasi pilihan MinGW C++ Linker >> Libraries pada Debug Configuration. Pada jendela Libraries (-l), tambahkan opsi-opsi OgreMain_d dan OIS_d. Lalu, tambahkan pula opsi “${OGRE_HOME}\bin\debug” pada jendela Library search path (-L).

9. Lalu, konfigurasi juga pilihan MinGW C++ Linker >> Libraries pada Release Configuration. Pada jendela Libraries (-l), tambahkan opsi-opsi OgreMain dan OIS. Lalu, tambahkan pula opsi “${OGRE_HOME}\bin\release” pada jendela Library search path (-L).

10. Selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi pilihan MinGW C++ Linker >> Miscellaneous pada masing-masing Debug dan Release Configuration. Tambahkanlah opsi-opsi –enable-auto-image-base dan –add-stdcall-alias pada jendela Other Options (-Xlinker[option]) dari kedua konfigurasi tersebut.

11. Klik tombol Apply dan OK untuk mengakhiri seluruh proses pengintegrasian aplikasi OgreSDK di Eclipse IDE.

12. Selanjutnya, copy-paste source code yang akan dibuat ke dalam source file dalam folder src project yang sudah dibuat sebelumnya.

13. Setelah itu, simpan file tersebut dan Build. Kita dapat mem-build-nya dari menu Project >> Build All. Bila tidak ada satupun kesalahan atau peringatan yang terjadi, kita akan memiliki file executable-nya pada direktori Debug dari proyek selfish di dalam workspace eclipse-default.

14. Untuk dapat menjalankan file executable tersebut, gandakan seluruh file yang ada dalam direktori C:\OgreSDK\bin\debug ke direktori Debug dari proyek tersebut pada workspace kita.

15. Setelah itu, gandakan pula file DirectX SDK (d3dx9d_30.dll) ke direktori tersebut.

16. Selanjutnya, buka file resources.cfg menggunakan Notepad. Gantilah string ../.. menjadi c:\ogresdk. Ini dilakukan untuk memanggil seluruh resource yang dibutuhkan dari OgreSDK agar file executable tesebut dapat berjalan dengan semestinya.

17. Jika seluruh langkah sebelumnya telah dilakukan, maka kita sekarang telah dapat menjalankan file executable dari project tersebut. Jika berhasil, maka akan ditampilkan jendela OGRE Engine Rendering Setup. Jendela ini memampukan kita untuk memilih library grafis yang akan digunakan untuk merender program selfish.exe tersebut apakah menggunakan Direct3D atau OpenGL. Kali ini kita hanya akan menggunakan library OpenGL untuk merendernya.

18. Setelah memilih library OpenGL (OpenGL Rendering Subsystem) dari jendela OGRE Engine Rendering Setup tersebut, klik tombol OK. Maka seketika itu pula, program selfish.exe tersebut akan dijalankan sepenuhnya oleh sistem.

Berikut outputnya:

SOURCE CODE:

#include “ExampleApplication.h”

class BelajarOgre : public ExampleApplication {

public:

BelajarOgre(){

}

~BelajarOgre(){

}

protected:

void createScene(void){

mSceneMgr->setAmbientLight(ColourValue(1,1,1));

mSceneMgr->setSkyDome(true,”Examples/CloudySky”,5,8);

Entity *ent1 = mSceneMgr->createEntity(“Razor”,”razor.mesh”);

SceneNode *node1 = mSceneMgr->getRootSceneNode()->createChildSceneNode(“RazorNode”);

node1->attachObject(ent1);

node1->translate(20,30,10);

node1->setPosition(20,0,10);

}

};

#if OGRE_PLATFORM == OGRE_PLATFORM_WIN32

#define WIN32_LEAN_AND_MEAN

#include “windows.h”

INT WINAPI WinMain(HINSTANCE hInst, HINSTANCE, LPSTR strCmdLine, INT)

#else

int main(int argc, char **argv)

#endif

{

BelajarOgre app;

try {

app.go();

} catch (Exception e) {

#if OGRE_PLATFORM == OGRE_PLATFORM_WIN32

MessageBox(NULL,e.what(),”Terjadi Error!”,MB_OK | MB_ICONERROR |MB_TASKMODAL);

#else

fprintf(stderr,”Terjadi Error = %s\n”,e.what());

#endif

}

return 0;

}